Our social:

Latest Post

Rabu, 23 Maret 2016

Mendadak Kaya Berkat Ikan Banci

Mendadak Kaya Berkat Ikan Banci

Sebuah kata-kata manis serta alasan tepat dan jitu kadangkala bisa sangat menguntungkan jalan nasib seseorang. Ada cerita begini:
Raja Khasru, Raja Persia itu maniak ikan laut. Ia sangat hobi makan ikan-ikan segar. Suatu ketika, saat ia sedang bersantai di luar istana. Seorang nelayan mendatanginya dengan membawa ikan dengan ukuran yang sangat besar.
Nelayan itu menghadiahkannya kepada Sang Raja. Tentu saja, Khasru begitu girang. Melihat ikan besar itu matanya jadi biru dan selera makannya semakin bergairah. Tanpa pikir panjang, ia langsung menyuruh ajudan untuk memberi nelayan itu dengan 4000 dirham.
Syirin, permaisuri Raja yang sejak tadi menemaninya terlihat tidak suka karena sang suami telah memberi hadiah begitu besar kepada nelayan itu. Akhirnya, ketika nelayan itu beranjak belum begitu jauh, ia menghardik Khasru: “Sangat keliru apa yang Kanda lakukan. Sebab, jika setelah ini Kanda memberi hadiah 4000 dirham kepada prajurit, mereka pasti kecewa dan mereka bilang bahwa engkau menyamakan hadiah prajurit dengan hadiah seorang nelayan,” kata Syirin mengahsut.
“Benar juga apa yang engkau katakan. Tapi, sangat tidak pantas jika seorang raja mengambil kembali apa yang telah ia berikan,” jawab Khasru.
“kalau begitu, panggil saja si nelayan itu. Kemudian engkau tanyakan padanya, apakah ikan ini laki-laki atau perempuan. Kalau dia bilang laki-laki, maka katakan bahwa yang engkau inginkan adalah ikan perempuan. Kalau dia bilang perempuan, maka katakan bahwa yang engkau inginkan adalah ikan laki-laki.”
Khasru mematuhi saran istrinya. Ia betul-betul menyuruh ajudan untuk memanggil kembali nelayan itu.”
“Ikan ini laki-laki atau perempuan?” tanyanya ketika nelayan itu sudah mengahadap.
“Ini ikan banci Baginda,” jawab nelayan itu.
Mendapat jawaban jenaka ini, Khasru terpingkal-pingkal dan ia menyuruh ajudan untuk memberinya hadiah 4000 dirham lagi.
Si nelayan itu memasukkan uang 8000 dirham itu dalam karung, lalu ia memanggulnya. Ketika ia melangkah hendak beranjak, ada sekeping dirham jatuh dari karungnya. Ia menurunkan karung itu dari pundak lalu lalu meletakkannya di tanah. Ia menunduk untuk mengambil sekeping dirham yang jatuh itu.
Lagi-lagi Syirin menghasut Khasru. “Apa engkau tidak melihat betapa hinanya orang ini orang ini. Hanya karena satu dirham jatuh, ia menurunkan sekarung dirham dari pundaknya. Ia masih begitu berat kehilangan satu dirham itu.”
Khasru murka. “Benar engkau wahai Syirin,” katanya. Si nelayan itu dipanggil kembali.
“Hei, betapa serakahnya engkau. Sudah dapat satu karung, masih begitu berat kehilangan satu dirham!?” bentak Khasru.
Melihat Khsru marah, si nelayan menjawab dengan sangat cerdik. “Ampin Baginda, yang sangat berharga bagi hamba bukanlah satu dirhamnya itu. Hamba mengambilnya dari tanah, karena di satu sisi mata uang ini tertulis nama Baginda, sementara di sisi yang lain terdapat ukiran wajah Baginda. Hamba khawatir ada orang bodoh menginjak dan meremehkan nama dan gambar Baginda.”
Mendengar penjelasan itu, Khasru tersanjung dan terkagum-kagum. Ia kembali menyuruh ajudan untuk memberikan hadiah 4000 dirham lagi untuk nelayan itu.
Setelah itu, Raja Persia ini menulis surat yang berisi pesan-pesan kepada rakyatnya: “Janganlah kalian mau patuh kepada perempuan. Jangan pula menuruti jalan pikiran mereka.”

Makanya, jangan terlalu nurut sama perempuan!

Disarikan dari buku Anekdot Fauna, Pustaka Sidogiri, 1429 H.

Inilah Misteri Jasad Firaun

Inilah Misteri Jasad Firaun
Ilmuwan berhasil mengungkap penyebab kematian Firaun Ramses III. Ilmuwan menemukan bekas serangan bertubi-tubi pada mumi Ramses III. Sehingga diyakini tewas akibat plot pembunuhan.
Dikutip Dream dari laman Daily Mail, Selasa 22 Maret 2016, hasil scan computed tomography (CT) terhadap mumi menunjukkan bahwa Ramses III memiliki bekas-bekas luka akibat serangan bertubi-tubi dari berbagai arah.
Pada tenggorokan Ramses III
juga ditemukan lubang. Sementara, jempol kaki yang berukuran lumayan besar putus. Ilmuwan yakin luka-luka itu sengaja disembunyikan oleh pembalsam mumi Ramses III.
Menurut para ilmuwan, luka-luka tersebut merupakan bukti bahwa Ramses III tewas akibat plot pembunuhan. Ramses III tewas setelah tenggorokannya tersayat pisau tajam, memutuskan batang tenggorok dan kerongkongannya. Luka itu membunuh Ramses III dengan cepat.
Ilmuwan juga yakin jempol kaki Ramses III putus akibat tebasan kapak. Menurut ahli radiologi Universitas Cairo, Mesir, Sahar Saleem, keyakinan itu didapatkan setelah melihat kerusakan tulang pada jempol kaki Ramses III.
Berdasarkan persebaran bekas luka pada mumi, para ilmuwan yakin Ramses III telah diserang dari berbagai penjuru. Dikeroyok. Dari depan dihajar dengan kapak atau pedang, sementara dari belakang diserang dengan pisau atau belati.
Dan luka-luka inilah yang berusaha disembunyikan oleh tukang balsam saat merawat jasad Ramses III. Usaha untuk meneliti mumi Ramses III pada 1800-an tak menemukan jejak ini, sebab mumi itu terlapisi lapisan perban tebal.
Ramses III memerintah Mesir pada periode 1186 hingga 1155 sebelum Masehi. Dokumen kuno mengungkapkan salah satu istrinya, Tiye, telah memerintahkan pembantaian Ramses III agar putranya, Pentawere, naik tahta.
Namun pada akhirnya, konspirasi ini terbongkar. Tiye, Pentawere, beserta para pendukungnya diadili dan kemudian dieksekusi. Kekuasaan Ramses III digantikan oleh Amun-her-khepeshef, yang bergelar Ramesses IV.

Sumber: http://www.dream.co.id/

Sabtu, 19 Maret 2016

Kalimah thayyibah “Subhanallah” sering tertukar dengan ungkapan “Masya Allah”

Kalimah thayyibah “Subhanallah” sering tertukar dengan ungkapan “Masya Allah”

Oleh: K. H. Muhammad Arifin Ilham
Ungkapan dzikir atau kalimah thayyibah “Subhanallah” sering tertukar dengan ungkapan “Masya Allah”. Ucapkan “Masya Allah” kalau kita merasa kagum. Ucapkan “Subhanallah” jika melihat keburukan.

Selama ini kaum Muslim sering “salah kaprah” dalam mengucapkan Subhanallah (Mahasuci Allah), tertukar dengan ungkapan Masya Allah (Itu terjadi atas kehendak Allah). Kalau kita takjub, kagum, atau mendengar hal baik dan melihat hal indah, biasanya kita mengatakan Subhanallah. Padahal, seharusnya kita mengucapkan Masya Allah yang bermakna “Hal itu terjadi atas kehendak Allah”.

Ungkapan Subhanallah tepatnya digunakan untuk mengungkapkan “ketidaksetujuan atas sesuatu”. Misalnya, begitu mendengar ada keburukan, kejahatan, atau kemaksiatan, kita katakan Subhanallah (Mahasuci Allah dari keburukan demikian).

Ucapan Masya Allah

Masya Allah artinya “Allah telah berkehendak akan hal itu”. Ungkapan kekaguman kepada Allah dan ciptaan-Nya yang indah lagi baik. Menyatakan “semua itu terjadi atas kehendak Allah”.

Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat hal yang baik dan indah. Ekspresi penghargaan sekaligus pengingat bahwa semua itu bisa terjadi hanya karena kehendak-Nya.

“Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu, ‘Maasya Allah laa quwwata illa billah‘ (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan?” (QS. Al-Kahfi: 39).

Ucapan Subhanallah

Saat mendengar atau melihat hal buruk/jelek, ucapkan Subhanallah sebagai penegasan: “Allah Mahasuci dari keburukan tersebut”.

Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Suatu hari aku berjunub dan aku melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam berjalan bersama para sahabat, lalu aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub. Setelah itu aku datang menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda: ‘Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau malah pergi ketika kami muncul?’ Aku menjawab: ‘Wahai Rasulullah, aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam keadaan junub. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Subhanallah, sesungguhnya mukmin tidak najis.” (HR. Tirmizi)

“Sesungguhnya mukmin tidak najis” maksudnya, keadaan junub jangan menjadi halangan untuk bertemu sesama Muslim. Dalam Al-Quran, ungkapan Subhanallah digunakan dalam menyucikan Allah dari hal yang tak pantas (hal buruk), misalnya: “Mahasuci Allah dari mempunyai anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan”, juga digunakan untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik.” (QS. 40-41).

Jadi, kesimpulannya, ungkapan Subhanallah dianjurkan setiap kali seseorang melihat sesuatu yang tidak baik, bukan yang baik-baik atau keindahan. Dengan ucapan itu, kita menegaskan bahwa Allah Subahanahu wa Ta’ala Maha Suci dari semua keburukan tersebut.

Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat yang indah, indah karena keindahan atas kuasa dan kehendak Allah Ta’ala. Lalu, apakah kita berdosa karena mengucapkan Subhanallah, padahal seharusnya Masya Allah dan sebaliknya? Insyaa Allah tidak. Allah Maha Mengerti maksud perkataan hamba-Nya. Hanya saja, setelah tahu, mari kita ungkapkan dengan tepat antara Subhanallah dan Masya Allah. Wallahu a’lam bish-shawabi.

sumber : arrahmah.com

Selasa, 15 Maret 2016

6 Tanda Mengetahui Jenis Kelamin Bayi

6 Tanda Mengetahui Jenis Kelamin Bayi

Masing-masing pasangan yang baru menikah menginginkan anak dengan jenis kelamin tertentu, walau sebenarnya memiliki anak laki atau perempuan harus patut disyukuri. Menunggu kelahiran dan langsung mengetahui jenis kelamin si bayi adalah hal yang dilakukan setiap pasangan.
Mungkin ada sejumlah metode yang bisa membuat anda mengetahui jenis kelamin bayi salah satunya seperti USG. Sebenarnya tak perlu menanti hasil USG lagi untuk tahu jenis kelamin bayi di kandungan. Anda hanya cukup memperhatikan tanda-tanda berikut untuk mengetahuinya, seperti dikutip dari tren.co:

1. Perubahan Bentuk Tubuh
Ladies, tahukah anda perubahan tubuh ketika hamil dapat menjadikan petunjuk terhadap jenis kelamin bayi yang ada dikandungan? Bila tubuh anda bersih dan cerah, mungkin bayi yang dikandungan yakni laki-laki tapi bila sebaliknya mungkin bayi yang dikandung permpuan.

2. Bentuk Payudara
Ketika hamil umumnya bentuk payudara membesar. Namun bila payudara anda besarnya tiga kali dari ukuran normal, kemungkinan bayi yang dikandung anda adalah perempuan.

3. Dari Makanan yang Kamu Konsumsi
Seperti menurut pepatah, perempuan cenderung menyukai sesuatu yang bersifat manis termasuk dalam segi makanan. Ladies, bila ketika hamil anda suka makanan manis pertanda bayi yang anda kandung adalah perempuan. Justru sebaliknya bila anda cenderung menyukai makanan asin bayi dikandungan anda adalah laki-laki.

4. Bentuk Perut
Jenis kelamin bayi yang anda kandung bisa dilihat melalui bentuk perut ketika mengandung. Bila perut anda terlihat sedikit rendah, maka bayi yang anda kandung adalah laki-laki dan sebaliknya.

5. Denyut Jantung
Tiap kali anda ke dokter ingatlah selalu untuk melihat ketika dokter menjalankan Doppler. Bila denyut jantung bayi kurang dari 140 denyut per menit berarti pertanda bayi dikandungan anda adalah laki-laki.

6. Morning Sick
Studi mengungkapkan bila anda menghadapi morning sick tiap pagi, sesuatu tersebut pertanda bahwa bayi dikandungan anda adalah bayi perempuan. Sebaliknya, bila anda tak menghadapi morning sick mungkin bayi anda laki-laki.

Ladies apapun jenis kelamin bayi anda, mempunyai seorang bayi merupakan momen menyenangkan. Nikmati saat-saat kehamilan anda dengan bahagia.

Sumber: http://wartakesehatan.com