Our social:

Latest Post

Sabtu, 05 Maret 2016

Tuhfah at-Thullab Bagian II-Wudhu

Tuhfah at-Thullab Bagian II-Wudhu

Pembahasan sebelumnya dari kitab Tuhfatut Tullab yaitu Thaharah(bersesuci), bagi agan-agan atau sista-sista yang belum membacanya monggo dibaca disini. Untuk pembahasan kali ini masih ada kaitan dengan postingan sebelumnya, pembahasan kali ini yaitu tentang wudhu.
1.    Definisi wudhu sendiri yaitu menggunakan air pada anggota tubuh yang telah ditentukan dengan mengawalinya dengan niat. Dalil tentang wudhu sebagaimana firman Allah :
ياأيهاالذين أمنو اذا قمتم الى الصلاة

Dan Sabda Nabi Muhammad SAW:
لايقبل الله صلاة بغيرطهور
2.    Pembagian hukum wudhu
a.    Fardhu (Wajib) yaitu bagi orang yang sedang hadas dan akan melaksanakan sholat atau thowaf serta segala sesuatu yang wajib berwudhu apabila menyebabkan ketidaksahannya dalam beribadah.
b.    Sunah yaitu:
                          i.    Bagi orang yang tajaddud(masih punya wudhu dan ingin memperbarui wudhu’nya / ingin wudhu lagi) setelah melakukan sholat fardhu, sholat sunah, sholat jenazah dengan niat memperbarui wudhu’ bukan niat fardhu wudhu.
Untuk niatnya seperti ini:
نَوَيْتُ الْوُضُؤَ لِتَجْدِيْدِ الْوُضُوءِ لِلهِ تعلى
                         ii.    Bagi orang yang akan mandi wajib, wudhunya dilakukan sebelum mandi atau sesudahnya tapi yang lebih utama yaitu sebelum mandi.
                        iii.    Bagi orang yang dalam keadaan junub yang ingin makan, minum, tidur, wate’(bersenggama).
                        iv.    Bagi orang yang marah, ghibah(ngomongin orang / gosip), berkata jelek, memegang mayit, mau membaca qur’an bukan memegang mushafnya, mendengar hadist atau membacanya, belajar, masuk masjid, adzan, iqomah, khutbah selain sholat jum’at, ziaroh kubur.
c.    Makruh yaitu bagi orang yang ingin melakukan tajaddud, tapi belum melakukan sholat terlebih dahulu.
3.    Rukun rukun wudhu
a.    Niat
Niat disini wajib bersamaan dalam membasuh bagian dari wajah.
نَوَيْتُ الْوُضُؤَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ لِلهِ تعلى

b.    Membasuh wajah
Batasan wajah mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala sampai dagu dan bagian wajah yang terletak antara kedua telinga(hidung dan pipi) serta wajib membasuh bulu yang tumbuh di area wajah.
c.    Membasuh kedua tangan mulai dari ujung tangan sampai siku / lengan
Bila sebagian anggota tangan terputus semisal putusnya dibawah lengan maka wajib membasuhnya, bila putusnya diatas lengan maka disunahkan untuk membasuhnya.
d.    Membasuh sebagian kepala
Membasuh kulit kepala atau rambut. Tidak tertentu pada area ubun-ubun atau area depan kepala, boleh dimana saja asalkan masih dalam batasan kepala.
e.    Membasuh kaki mulai dari ujung kaki sampai kedua mata kaki
f.     Tertib (urut)
Tidak sah wudhunya apabila tidak urut meskipun dalam keadaan lupa.

Pembahan tentang wudhu belum sampai disini, insyaallah dilain kesempatan akan saya lanjutkan pada pembahasan Tuhfah attullab wudhu lanjutan.
Referensi dari kitab Tuhfah At-tullab karangan Syekh Zakariya Alansori fiqh Madzhab imam Syafi’i. Semoga bermanfaat!

Author: Twitter: @Zen_Ibnu_Sam | Facebook: Sam Zen




Jumat, 04 Maret 2016

Seekor Lalat Dapat Membawa Kebahagiaan

Seekor Lalat Dapat Membawa Kebahagiaan

Pada postingan terdahulu sudah kita ketahui dan kita bahas bersama tentanga bagaimana seharusnya etika kita dengan sesama makhluk. Baik itu manusia maupun hewan. Berikut penulis petikkan kisah, bagaimana ulam-ulama terdahulu mendapatkan derajat yang agung di sisi Allah Swt hanya berkat kasih sayang dan etikanya dengan hewan. Selamat membaca!

Imam al-Ghazali merupakan ulama hebat yang sangat terkenal. Selain masyhur dengan hujjah-hujjahnya yang tajam, beliau juga masyhur sebagai ulama sufi yang pemikirannya tentang tasawwuf memilki daya magic luas di kalangan Muslimin.
Setelah beliau wafat pada tahun 505 Hijriah, beberapa waktu setelah itu ada seseorang yang bermimpi bertemu dengan beliau. Orang tersebut akhirnya bertanya mengenai keadaan beliau di akhirat.

“Bagaimana Allah Swt memperlakukan Anda?” tanya orang itu dalam alam mimpinya.
“Alhamdulillah, Allah Swt memperlakukan aku dengan baik, dan itu berkat seekor lalat. Dulu, ketika aku menulis kitab, seekor lalat hinggap di tempat tintaku. Ia rupanya haus dan minum dari tinta itu. Aku hentikan menulis, aku menunggu lalat itu pergi dari tempat tintaku. Berkat hal itu Allah Swt memperlakukan dengan baik.” Jawab Imam al-Ghazali.

Selain Imam Ghazali, terdapat tokoh lain yang memiliki kisah yang hampir mirip dengan kisah Imam al-Ghazali, yaitu Imam asy-syibli. Beliau adalah tokoh sufi dari abad IV Hijriah yang tumbuh besar di negara Irak.

Pada awalnya Imam asy-Syibli adalah seorang ulama fikih. Beliau dikenal sebagai pakar madzhab Maliki. Namun pada akhirnya beliau menjatuhkan pilihan hidupnya pada ranah tasawwuf. Beliau mendapat bimbingan mengenai tasawwuf dari Imam al-Junaid.

Konon, Imam as—Syibli bisa mencapai derajat tinggi dalam bidang tasawwuf berakt kasih sayangnya terhadap seekor kucing. Saat beliau melewati sebuah jalan di daerah Baghdad beliau melihat seekor kucing dengan tubuh mengigil karena tidak tahan dengan cuaca dingin yang sedang menyelimuti kota Baghdad.

Didorong rasa kasihan Imam asy-Syibli mengambil kucing tersebut. Lalu beliau meletakkannya tepat di lengan bajunya supaya merasakan kehangatan.
Berkat kasih sayang itulah, beliau dituntun oleh Allah Swt untuk menjadi seorang sufi dan menjalani hidup zuhud.

Alhasil, dari petikan dua kisah di atas, dapat kita ambil pelajaran dan hikmah bahwa kita jangan pernah meremehkan amal baik sekecil apapun. Sebab bisa jadi di situlah ridha Allah Swt bersemayam. Begitupun sebaliknya, kita jangan pernah meremehkan perbuatan buruk sekecil apapun. Sebab bisa saja di situ terdapat murka Allah Swt. Na’udzubillahi min dzalika.


Disarikan dari buku Anekdot Fauna, Jumadats Tsaniyah 1429 H, Sidogiri Penerbit.

Kamis, 03 Maret 2016

Ketahui 6 Pemicu Sakit Gigi

Ketahui 6 Pemicu Sakit Gigi
Hampir sebagian besar orang pernah mengalami sakit gigi. Rasa sakit yang berkepanjangan dan membuat keram serta nyilu ini membuat nafsu makan menjadi berkurang. Gigi berlubang biasanya menjadi pemicu utama sakit gigi. 
Namun tahukah Anda? Ada beberapa hal yang memicu sakit gigi selain gigi berlubang.
Menyikat gigi terlalu keras

Anda mungkin bermaksud mendapatkan hasil maksimal saat menyikat gigi. Akan tetapi, menyikat gigi terlalu keras justru menyebabkan resesi pada gusi.

"Resesi gusi adalah penyebab gigi sensitif. Menyikat gigi terlalu keras menimbulkan resesi pada gusi yang membuat pori-pori akar menganga," terang Ira Handschuh, dokter gigi di Dental Design Center, White Plains, New York, dilansir Women's Health.

Disarankan memilih sikat berbulu lembut untuk menghindari hal ini. Jika perlu, gunakan sikat gigi elektronik.

2. Menyepelekan Infeksi gusi

Data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan, hampir setengah populasi orang dewasa AS memiliki infeksi ringan hingga berat. Namun, hal tersebut kerap disepelekan.

Ira menyarankan untuk segera memeriksakan kondisi gigi jika tanda-tanda infeksi sudah mulai terlihat. Sebab, infeksi dapat menyebabkan rasa sakit yang lebih parah.

Senada dengan Ira, dokter gigi di Massachusetts, Amerika, Melissa Thompson mengatakan, infeksi gigi terjadi ketika tubuh tidak mampu melawan kuman atau bakteri jahat di mulut. Infeksi mengakibatkan rasa sakit dan bengkak.

"Infeksi menyebabkan rasa sakit, menimbulkan pembengkakan, jerawat kecil di atas gigi, bahkan nanah yang menyebabkan rasa tidak enak di mulut," ujar Melissa Thompson.

3. Trauma gigi

Seseorang yang pernah mengalami benturan keras pada gigi juga berpotensi mengalami sakit gigi saat mengunyah.

Melissa Thompson menjelaskan, trauma gigi acap kali mengakibatkan gusi patah. Kondisi ini tidak terlihat, tapi menimbulkan rasa sakit, bahkan kehilangan kepekaan saat mengunyah.

Perlu dilakukan rontgen untuk melihat gusi yang patah. Namun, gusi yang sudah tidak berfungsi biasanya berwarna lebih gelap di bagian luar.

4. Infeksi sinus berat

Gigi juga memiliki kepekaan terhadap penyakit flu dan sinus. "Cairan di sekitar hidung bisa memberi tekanan pada gigi," jelas Ira. Jika mengalami hal ini, seseorang butuh obat semacam dekongestan dan antibiotik untuk meredakan nyeri.

5. Kebiasaan mengerat saat tidur

Kebiasaan mengerat gigi saat tidur dialami oleh sebagian orang. Suara saat Anda mengerat tak hanya mengganggu teman tidur, tetapi juga mengakibatkan kerusakan pada gusi.

"Dalam beberapa kasus, selain menyebabkan keretakan, juga menyebabkan posisi gigi dan gusi longgar," kata Ira.

6. Gigi retak

Gigi retak disebabkan oleh sejumlah hal, termasuk menggigit sesuatu yang keras, pernah mengalami benturan keras di mulut, atau punya kebiasaan mengerat.
 



Sumber: http://wartakesehatan.com

Manfaat Hirup Nafas Mendalam


Manfaat Hirup Nafas Mendalam

Hal umum yang biasanya dilakukan ketika sendang berhadapan dengan rasa gugup adalah mencoba untuk menarik napas dalam-dalam. Dengan menarik napas panjang atau dalam ternyata tidak hanya bisa meredakan perasaan gugup. Namun jika hal tersebut dilakukan pada saat-saat tertentu dapat memberikan manfaat kesehatan terutama bagi mereka yang tengah mengalami stres atau depresi.

Berikut ini beberapa manfaat di antaranya, seperti dilansir dari Times of India.

Mengurangi stres

Latihan menarik napas dalam-dalam dapat mengurangi tingkat stres, panik, rasa takut dan membantu Anda berpikir dengan jernih. Menarik napas dalam-dalam juga menstimulasi sistem saraf parasimpatetik, yang melambatkan detak jantung. Manfaat lainnya adalah menurunkan tingkat tekanan darah.

Mendetoksifikasi tubuh

Menarik napas dalam-dalam akan membersihkan darah, memompa darah ke seluruh bagian tubuh dan membuang racun dari dalam tubuh Anda.

Membangun otot pada paru-paru

Latihan ini juga akan menguatkan otot-otot di paru-paru dan meningkatkan suplai oksigen di dalam tubuh. Gaya hidup umumnya membuat orang menghirup oksigen lebih sedikit. Nah, menarik napas dalam-dalam akan memastikan Anda membutuhkan kadar oksigen yang cukup. Kekurangan oksigen merupakan penyebab rasa lelah dan kurang tanggap dengan hal-hal yang terjadi di sekitar Anda.

Perlu diketahui, cara melakukan latihan menarik napas dalam-dalam bisa dilakukan dengan cara duduk bersila di kursi atau di lantai, dan letakkan kedua tangan di lutut. Kencangkan perut dan hirup napas dalam-dalam, lalu hembuskan secara perlahan.

Sumber: http://wartakesehatan.com